26 Maret 2011
Pukul 08.55 WIB
Harusnya pagi ini aku berangkat ke kampus hari ini, ada seminar tentang technopreneurship yang mungkin akan kubutuhkan. Aku tidak bernafsu pergi kesana, rumah kosong, pagi jam 6 pagi aku terbangun, sholat subuh kemudian tidur lagi. Kuterbangun pukul 07.30 dengan banyak pertimbangan untuk tidak mengikuti seminar tersebut dan lebih memilih menghabiskan waktu di rumah.
Jam 8 pagi tadi ayahku pulang dari tempat kerjanya, membawa dua bungkus gado-gado padang untuk diriku dan dirinya. Kami makan bersama sembari berbincang mengenai kakekku, yang dulu katanya seorang direktur PT Pelni. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan kami sekarang mengingat ayahku adalah anak lelaki pertama dari kakekku.
Kuminta 4 batang rokok ayahku dan segera melangkah ke kamarku, bingung apa yang ingin ku lakukan untuk menghabiskan hari sabtu ini. Ku menerawang ke semua sudut kamarku, penerawanganku berhenti pada sebuah buku, buku yang bercerita tentang perjuangan seorang manusia untuk keluar dari belenggu kemiskinannya dan berakhir menjadi seorang sukses yang berhasil di negeri orang, intinya kurang lebih seperti itu. Tanteku yang membelikanku buku itu, mengingat ternyata manusia itu adalah salah satu lulusan universitas tempat aku menuntut ilmu, mungkin dia merefleksikan isi buku itu terhadap kehidupan keluargaku yang serba pas-pasan walaupun tidak dapat diidentikkan dengan kisah si manusia dalam buku tersebut. Ku baca buku tersebut, dan berhenti pada halaman ke 3, karena bosan.
Bukan berarti aku mengkerdilkan usaha manusia tersebut untuk keluar dari belenggu kemiskinan, namun sudah terlalu banyak kisah tersebut aku ketahui dan pahami, bahkan saksi hidupnya pun teman aku, seorang anak penyadap karet dari Jambi yang telah menjambangi negeri orang karena buah pemikirannya yang baik. Terlalu banyak kisah seperti itu terjadi, bahkan menjadi klise dimataku, dan menurutku bukan aku saja yang berpikir demikian, dan menjadi berbahaya menurutku apabila kisah seperti itu menjadi sebuah kisah yang klise, karena nilai perjuangan mereka akan luntur akibat kebosanan orang lain seperti yang aku alami, di negeri para bajingan ini.
Jadi teringan sewaktu aku menonton sebuah acara debat di televisi mengenai plesiran anggota DPR ke luar negeri.
“ Seorang anak petani aja rela menjual sawahnya untuk menyekolahkan anaknya”, sebuah perumpamaan yang bengis menurutku, seorang anggota DPR bisa-bisanya berkata demikian di depan jutaan rakyat yang dia wakili seenggaknya menurutku sendiri. Betapa bengisnya anggota DPR membiarkan seorang anak petani menjual sawahnya untuk menyekolahkan anaknya, betapa biadabnya mereka membiarkan hal itu terjadi, menunjukkan bahwa ternyata para pejabat pemerintahan di negara kita tidak memiliki logika yang baik dalam menyelesaikan permasalahan negeri ini, pantas saja lingkaran setan kebiadaban orang-orang berduit dan para pejabat makin menjadi-jadi.
Menurutku ternyata memang sudah klise kisah seperti itu, bahkan untuk para pejabat negeri ini yang notabene-nya menjabat untuk mewakili bangsa ini untuk diarahkan menjadi bangsa yang lebih sejahtera dan bermartabat.
Pada akhirnya kurencanakan hari ini untuk tidur-tiduran saja dirumah, mengumpulkan semangat buat kuliah minggu depan, seraya menunggu hari minggu, hari dimana temanku akan menikah besok, kami sekelas akan datang ke acara nikahannya, selamat buat Irma, semoga bahagia dengan hidup barumu.
ini hampir sama dengan yang pernah gw baca juga *lupa baca dimana.. :D
BalasHapusklo yang gw baca tentang tindak kriminal dan musibah2 di indonesia. Klo diliat-liat setiap hari pasti ada aja berita kriminal, entah itu pencurian, pembunuhan, longsor, banjir, apa kek..
Karena pemberitaan yang sering, mungkin ada segelintir orang yang berfikir 'Ah udah biasa' atau rasa empatinya jadi berkurang karna terbisa..yaah.. tapi emang ngga semuanya gitu..
klo gw suka denger cerita "tentang perjuangan seorang manusia untuk keluar dari belenggu kemiskinannya dan berakhir menjadi seorang sukses yang berhasil di negeri orang",. terakhir gw juga sempet dateng ke acara bedah buku yang bercerita tentang 'itu'..
nice post..
keep posting!!
iya, mungkin bukunya ya buku tu orang kali, haha
BalasHapustapi yang perlu di garis bawahi itu lho, si anggota DPR pernyataannya menyakitkan bgt, sekarang kelakuannya baru lagi, bikin gedung baru harganya mahal bgt, padahal ga jauh dari situ banyak bedeng2 ga layak huni yang ditinggali manusia
iyaa.... itu gw juga keseeellll banget!!
BalasHapustegaa!