Sabtu, 20 Oktober 2012
Desa Perangat Selatan, Kalimantan Timur
Masih dalam Gubuk Kecil di Sebelah Kantor Desa
Beberapa Jam Sebelum Kembali ke Samarinda
Menjadi berada bukan berarti bebas asa
Menjadi dewasa bukan berarti bebas nilai
Menjadi tuan bukan berarti bebas titah
Menjadi cerdas bukan berarti bebas tanda tanya
Menjadi lelaki bukan berarti bebas mau kemana
Menjadi wanita bukan berarti bebas mau dibawa kemana
Janganlah berpikir untuk mengejar kebebasan.
Kebabasan tak bisa kau kejar, dia lebih cepat,
Secepat kau sebut "aku"
Walau lebih berat ketika kau sebut "kami"
Namun menjadi lebih dekat ketika kau sebut "mereka"
Dan lebih kerdil ketika kau sebut "kamu"
Bebas bukan sekedar tentang dirimu,
Melainkan tentang "kita",
Dan menjadi lebih agung
Ketika kau berikan kepada "mereka"
dibanding menjadi "kamu"
Karena bebas adalah "siapa"
yang tidak lepas dari "tanda tanya"
Sabtu, 22 Desember 2012
Find Your Own Joy
Rabu, 17 Oktober, 2012
Desa Perangat Selatan, Kalimantan Timur
di Gubuk dekat Kantor Desa
Mungkin jadi hal yang lazim bagi kita memikirkan bagaimana kita menghabiskan sisa hidup kita untuk dinikmati dan disemarakkan, namun menjadi hal yang tidak lazim apabila kita memikirkan bagaimana menghabiskan sisa hidup kita memikirkan kesenangan macam apa yang kita butuhkan ?
Pernahkan terbesit di benak kita bahwa bagaimana cara kita menjalani dan menghabiskan hari adalah sesuatu yang kita butuhkan ataukah terpaksa untuk kita lakukan ? atau itu hanya bersifat sementara ketika hal-hal yang terpaksa kita lakukan adalah untuk mendapat apa yang kita butuhkan kelak ???
Ya... ini hanya pertanyaan normatif dan sekedar retorika untuk dipikirkan saja. Hidup memang hanya sekali dan tak akan diulangi lagi. Apakah hidup hanya selalu untuk mencari bentuk ? bukannya membentuk ? betapa banyaknya hal di dunia yang dapat membuatmu tertegun kagum dan bertepuk tangan minimal dalam hati kecilmu.
Terkadang aku malu hanya bisa bersendu meratapi bagaimana indahnya dunia tanpa kusaksikan dan kusentuh langsung dengan panca inderaku. Apa memang seperti ini jalannya ? Terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu yang akan kita dapatkan dan bahwasanya bersyukur atas apa yang kau miliki saat ini adalah jalan untuk dirimu agar bahagia atas apa dirimu saat ini ? Ataukah memang kebahagiaan hanya cukup sampai disitu ??
Mungkin diriku memang insan yang tidak pandai bersyukur ? mudah-mudahan seperti itu. Atau memang sebenarnya apa yang aku pikirkan ini salah ? mudah-mudahan juga seperti itu, karena aku tak pandai menjadi benar.
Desa Perangat Selatan, Kalimantan Timur
di Gubuk dekat Kantor Desa
Mungkin jadi hal yang lazim bagi kita memikirkan bagaimana kita menghabiskan sisa hidup kita untuk dinikmati dan disemarakkan, namun menjadi hal yang tidak lazim apabila kita memikirkan bagaimana menghabiskan sisa hidup kita memikirkan kesenangan macam apa yang kita butuhkan ?
Pernahkan terbesit di benak kita bahwa bagaimana cara kita menjalani dan menghabiskan hari adalah sesuatu yang kita butuhkan ataukah terpaksa untuk kita lakukan ? atau itu hanya bersifat sementara ketika hal-hal yang terpaksa kita lakukan adalah untuk mendapat apa yang kita butuhkan kelak ???
Ya... ini hanya pertanyaan normatif dan sekedar retorika untuk dipikirkan saja. Hidup memang hanya sekali dan tak akan diulangi lagi. Apakah hidup hanya selalu untuk mencari bentuk ? bukannya membentuk ? betapa banyaknya hal di dunia yang dapat membuatmu tertegun kagum dan bertepuk tangan minimal dalam hati kecilmu.
Terkadang aku malu hanya bisa bersendu meratapi bagaimana indahnya dunia tanpa kusaksikan dan kusentuh langsung dengan panca inderaku. Apa memang seperti ini jalannya ? Terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu yang akan kita dapatkan dan bahwasanya bersyukur atas apa yang kau miliki saat ini adalah jalan untuk dirimu agar bahagia atas apa dirimu saat ini ? Ataukah memang kebahagiaan hanya cukup sampai disitu ??
Mungkin diriku memang insan yang tidak pandai bersyukur ? mudah-mudahan seperti itu. Atau memang sebenarnya apa yang aku pikirkan ini salah ? mudah-mudahan juga seperti itu, karena aku tak pandai menjadi benar.
Langganan:
Postingan (Atom)